Wednesday, June 19, 2013

Faktor X



        BAB II
PEMBAHASAN
a.      Potensi untuk menemukan “pintu”-nya atau faktor (X)
Bagaimana kita menjelaskan seorang gadis desa, anak seorang petani selepas sekolah bekerja sebagai pelayan restoran disebuah hotel dibali dapat menjadi seorang wirausahawan yang terhormat diluar negeri?bagi kebanyakan orang hal itu dianggap sebuah keniscayaan.namun kalau itu dijalani dengan tekun, maka akhirnya menusia menemukan juga “pintu keluarnya” atau sering disebut faktor “X”  yang seakan – akan datang begitu saja dari langit.
Malcom Gladwell (2008) yang meneliti tentang kesuksesan manusia menemukan karya – karya besar yang dilakukan manusia ternyata tidak ditentukan oleh tingginya skor IO yang dimiliki manusia, latar keluarga, tanggal lahir, darah biru atau bukan, melainkan dedikasi suci dalam mencari pintu keluar dari berbagai labirin kesulitan.Dia menyebut dedikasi itu sebagai suatu kecerdasan praktis.
Didunia ini ada orang yang bodoh dan ada orang yang pintar.Namun, sesungguhnya ada juga orang yang makin pintar dan makin bodoh ( Rhenald Kasali).
John C. Maxwel dalam bukunya yang berjudul talent is never enough (2007) mengatakan bahwa talenta atau bakat hanyalah sebuah kesempatan, tetapi untuk menjadi “sesuatu”, bakat itu harus diasah agar ia mengeluarkan aura cahayanya dan meneumukan pintunya/faktor (X).
b.      Bakat ”menemukan” pintunya
Setiap orang pasti memiliki bakat, diantaranya ada bakat memimpin orang, membuat lagu indah, menulis puisi, memijat, meyembuhkan orang, berpidato, memasak, melucu, menyanyi, memberi semangat, berolahraga, dan sebagainya.
Semua orang belum tentu mengenali bakatnya masing – masing, walaupun tampak banyak orang yang tidak menyadari atau mengakui bakatnya.Bakat – bakat itu ada yang tersempul keluar seperti buah yang menggantung dipohon.Namun, sebagian bakat tersimpan jauh dilubuk hati sepeti bongkahan emas yang terkubur diperut bumi, kecuali manusia menggalinya, maka ia akan ditemukan.


Demikian pulalah dengan faktor (X) itu.Ia melekat pada diri anda masing – masing dan baru menjadi faktor “X” kalau ia berhasil menemukan pintunya.Celakanya, didunia ini ada ribuan atau bahkan jutaan pintu yang pasangannya berbeda.Maka, temukan dan ketuklah pintu – pintu itu.
Sikap anda terhadap “pintu” itu akan tercermin pada apa yang anda dapatkan.Sikap itu adalah sebuah pilihan, pilihannya bermacam – macam yaitu :
1.      Ada yang mendiamkan saja
Dia adalah orang yang percaya diri dengan “bakat” –nya dan membiarkan “pintu” menemukan dirinya.kalau dia beruntung, bisa saja dia berhasil.Namun, faktanya, sedikit sekali orang yang berhasil menggunakan cara ini.
2.      Mengirim sinyal positif
Orang kedua ini sepertinya diam dan menunggu pintu mendatanginya, tetapi sesungguhnya ia tidak diam.Dia mengirimkan signal agar “pintu” itu bergerak dan menghampirinya.Dengan kata lain, di mengetuk “pitu” itu dengan bahasa tubuhnya.Apakah itu penampilannya yang menarik, suaranya yang khas, dan sebagainya.
3.      Mencari pintu, mengetuk pintu
Orang ketiga ini adalah orang yang kurang beruntung.Mereka sadar bahwa  “pintu” itu tidak akan terbuka, kecuali mereka mendatangi dan mengetuknya, maka mereka mendatangi sebuah pintu.Pintu itu mungkin Cuma dibuka separuh oleh pemilik atau penghuninya.Ia tidak welcome.Anda harus pergi mencari pintu lainnya, terus mencari dan mengetuk.Namun, begitu berada didlam pintu itu, lagi – lagi sikap mereka berbeda – beda :
·    Ada yang sudah merasa nyaman dengan berada diruag tunggu yang membukakan pintu itu.Dia tidak mengerti bahwa dia hanya welcome diruang itu saja.Ruang itu terlalu kecil, tatapi ia sudah merasa betah.
·    Ada yang segera menyadari bahwa ruang itu sekedar ruang tunggu saja.Kalau pintu utama tidak dibukakan, dia segera keluar mencari pintu lainnya yang lebih welcome dan didalamnya tersimpan pintu – pintu lain yang boleh dia ketuk dan masuk kedalamnya.
Demikianlah, hidup adalah sebuah pilihan.Ada demikian banyak pilihan yang tersedia.Masalahnya, apakah kita mau mendatangi pilihan – pilihan itu, mengetuknya, dan mengambil pilihan yang terbaik.

Dalam berwirausaha, seorang pemuda dapat diibatkan sebagai seorang yang sedang mencari pintu.Sukses yag dicapainya adalah sebuah keberhasilan menemukan pintu yang sesuai dengan minat dan masa depannya.Dia melawan rasa nyaman sampai benar – benar mendapatkan jawaban yang setimpal.
c.       “X” kecil dan “X” besar
Dengan demikian faktor (X) tidak lain adalah sesuatu yang harus kita cari dan miliki.Ia akan menemani siapa saja yang ingin berubah, menjadi lebih baik.Orang yang tidak ingin berubah juga memiliki faktor “X” tetapi itu hanyalah “X” kecil yang berarti sebuah kenyamanan.Dia sudah nyaman dengan kondisi sekarang dan tentu saja hidupnya tidak akan mengalami kemajuan.
Untuk mengalami kemajuan, seseorang harus berani berselancar pada gelombang ketidaknyamanan.Entrepreneur adalah orang yang merasa hidupnya kurang nyaman, terancam, miskin kurang bermakna.Maka dari itu, dia berjuang mengejar kenyamanan baru.Dia bergerak, berjalan, berpikir, mengetuk pintu, mengambil resiko, mencari produk, membuat, membangun usaha, mendatangi pelanggan, dan seterusnya.Kalau dia diam atau menikmati warisan orang tua, ia sudah bisa hidup nyaman.Namun, ia ingin masa depannya lebih baik.Daripada hidup susah nanti, lebih baik sulit sekarang.Dia tidak memilih hidup nyaman dengan “X” kecil warisan, melainkan membentuk “X” besar.
d.      Identifikasikan Faktor “X”
“X” besar ada ditangan orang dewasa, yaitu orang – orang yang sudah memiliki kepercayaan pasar.Sedangkan “X” kecil ada pada diri kita masing – masing.Bentuk “X” pun macam – macam.Ia didapat berasal dari diri anda sendiri, orang lain, lembaga lain, dan sebagainya.
“X” yang berasal dari diri anda sendiri itu adalah bakat (talenta), kerja keras, kejujuran, kecerdasan, keterampilan, penampilan fisik anda, kualitas suara, dan pendidikan.Orang – orang yamg memiliki potensi dari dalam dirinya tidak boleh mengeluh karena semua potensi itu adalah modal yang jauh lebih bernilai dari sekadar modal uang, dengan ketekunan, “X” kecil itu dapat ditumbuhkan menjadi “X” besar.
Namun, “X” kecil itu bisa saja tak menjadi besar kalau ia tidak menemukan pintunya.Sebaliknya, orang – orang yang tak memiliki potensi berasal dirinya dapat menunggang “kuda” yang berasal dari orang lain atau lembaga lain.
Syarat untuk menjadi kuda adalah “kepercayaan” dan “penerimaan” pasar.mereka adalah orang – orang terpecaya yang sudah memiliki “X” dari pengalaman, keahlian, dan kepercayaan yang mereka bangun.
Karakteristik faktor “X”, yaitu:
1.      Merupakan penentu keberhasilan,
2.      Merekat pada diri manusia,
3.      Tidak diperoleh dalam waktu sekejap,
4.      Namun, ia dapat tumbuh dan berkembang menjadi “X” besar,
5.      Dapat berasal dari diri sendiri, tetapi juga dapat berasal dari luar diri,
6.      Sekali tumbuh, ia dapat dipakai untuk usaha lainnya.
e.       Tidak dapat dirampas
Karena melekat pada diri anda sendiri, maka ia harus dipelihara.Banyak orang berusaha merampas “X” itu dengan merampas “kuda – kuda tunggangan”yang dimiliki seseorang.Padahal “X” itu merupakan kombinasi dari berbagai hal yang melekat pada seseorang.
Pada dasarnya, sebuah usaha bukanlah semata – mata bisa membuat atau menghasilkan sesuatu lebih baik.Sebuah usaha baru berhasil bila anda berhasil mendatangkan pelanggan.Jadi, faktor “X” itu bukan berada ditangan orang lain, melainkan pada usaha anda sendiri.
Tips praktis
a.       Kenalilah diri anda sendiri dan mulailah menimbulkan “X” pada diri anda.
b.      Carilah pintu yang membuat “X” anda tumbuh.Datangilah dan ketuklah masing – masing pintu itu.
c.       Pintu yang bagus adalah pintu yang yangdidalamnya terdapat ruang besar bagi anda untuk berkembang dan didalamnya terdapat pintu – pintu lain yang dapat anda buka.
d.      Waspadailah hidup yang nyaman karena hidup yang demikian dapat membuat hidupmu sulit.
e.       Pintu yang tepat adalah pintu yang membuat anda merasa mampu untuk tumbuh dan memberi ruang untuk berkembang.

No comments:

Post a Comment